Surat Untuk Almarhum Randi dan Yusuf
Andaikata saudaraku, kawanku sang pehlawan Demokrasi masih berdiri gagah di atas bumi pertiwi, dan andaikata kalian berdua masih menghirup dengan tenang udara segarnya negeri kita yang subur ini, aku akan kembali menyurat dengan penuh rasa hormat kepada kalian berdua kawanku, surat undangan itu tidak lain adalah surat undangan untuk kita kembali turun kejalan, berlaga di medan juang, menegakkan keadilan, memperjuangkan Demokrasi, mencapai kemerdekaan, kemerdekaan yang benar-benar merdeka.
Surat Undangan itu akan kutuliskan :
Saudaraku Randi, Saudaraku Yusuf.
Kawanku, kawan seperjuanganku, kawan sekeringatanku, sekeringatan memperjuangakan Keadilan, sekeringatan memperjuangkan Demokrasi, kurang lebih sudah 10 malam pasca hari perjuangan kita pada tanggal 26 September kemarin. Apakah kalian masih ingat saudaraku, Randi, Yusuf, apa tuntutan kita semua dalam perjuangan itu ??, Kalian tidak akan lupa, saya sudah pastikan itu. Iya benar saudaraku, kita akan bersama-sama lagi menolak semua bentuk Revisi Undang-Undang. Siapkan materi-materi orasi ilmiahmu saudara-saudaraku, kutunggu kalian kembali di Teklap bung, sampai ketemu di Medan Juang.
Salamku, kawan juang.

Komentar
Posting Komentar